

Aku, hanya berbaring ditempat tidurku, menghada sebuah komputer yang sudah menjadi teman akrabku beberapa bulan terakhir. Sebuah Telphone seluler yang terus berdering tanda pesan singkat terus masuk. Tak satupun yang aku balas. Aku ingin sendiri. Ingin akhiri semuanya. Dengan begitu aku akan menang. Penuh senyum aku terus berbaring. Aku biarkan cairan merah itu keluar dari hidungku. Aku biarkan...!
Terlihat betapa bodohnya aku, iya.. aku bodoh bin dungu. padahal hal yang akan aku alami kedepan adalah hal yang dinanti semua orang. Bukan aku tak menginginkan, tapi dia bukan pilihan hatiku. walau aku tau dia pilihan baik dan tepat orang tuaku. Tapi bukan hatiku.
Yang akan menjalani adalah aku, senang dan susahnya nanti adalah aku. Aku paham, sangat. Apa yang diinginkan orang tuaku pasti yang terbaik untukku.
Tapi aku hanya ingin itu sekali seumur hidupku.
Mungkin bagi orang tuaku, cinta tak cukup untuk membangun pondasi kokoh sebuah rumah tangga. tapi menurut aku lain.
Walau harta dan tahta bisa beri kita kenikmatan yang luar biasa, tapi tidak dengan batinia. Tak dipungkiri, nanti kita butuh materi untuk melengkapi kebutuhna berumah tangga. saat menyambut kelahiran anak anak. Saat anak anak merengek meminta dibelikan mainan dan saat anak anak sakit butuh biaya untuk pengobatan.
Tapi bila kita tak pnya cinta dihati, apa yang akan kita rasa..?? satu kata HAMPA.
Namun bila kau tak punya harta, tapi tapi cinta bersemi indah di sekelilingmu. Harta seperti apapun akan kau dapat dengan indah, walau untuk mendapatkan sesuao nasi kita harus bermandi peluh di seluruh tubuh, namun ketika menikmatinya didampingi orang tercinta. selalu ada senyum ceria meyambut kehadiran kita ditengah tengah keluarga. Lelah yang selimuti jiwa aku yakin akan hilang seperti debu yang di tiup topan. ^.^
Mungkin sebagaian orang yang baca tulisan aku ini menganggap aku terlalu naif. Tapi itulah aku.
Masih di pembaringanku yang semakin kusut, karna erangku di tempat tidur menahan 'nikmat' dariNYa yang luar biasa. Aku terus saja tersenyum. Malah aku dapat ide gila. aku kunci pintu kamarku.
Hah.... semakin saja aku terlihat dungu,
" zhi pliz, kalau kamu sayang ama kho'.. jangan lakukan tindakan bodoh.!" tulisan sebuah pesan singkat mampir di Hp ku. Dia seseorng yang susah aku anggap sebagai seorang kakak laki laki. orangnya baik. Walau aku tak mengenalnya terlalu dekat. Tapi aku tau dia baik.
Bukan hanya sms darinya. masih banyak lagi sms yang masuk. Bukan dengan sengaja tak membalas, tapi aku pun memang sudah tak kuat lagi untuk membalas semua pesan itu.
Handuk putih itu kita sudah penuh warna merah, aku memandang handuk itu, " ternyata kalau berwarna begini terlihat lebih indah " penuh senyum kemenangan aku menikmati sakit ini.
Semua aku lakukan hanya untuk menjauh dan tak hadir di tanggal itu. Sungguh aku tak ingin.
Dan aku habiskan semua senyumku di ambang fajar itu. aku tersenyum penuh kemenangan dalam 'nikmat"NYA. Masihkah ada sisa senyumku diambang fajar ini. Setelah ini, masihkah aku bisa tersenyum...??
Entahlah.....!!
18 octber 2009
By' zHi

Zhi....
BalasHapusAku mungkin tidak mengenalmu, tapi aku tau pasti kau tidaklah naif....kau hanya ingin bahagia seperti aku dan yang lainnya,
Oh zhi..., kemenangan seperti apa yang kau inginkan???Kemenangan dengan senyum di wajahmu tapi menjadi tangisan di wajah orang-orang yang mengasihimu, atau kemenangan dengan senyum di wajahmu dan juga senyum di wajah orang-orang yang mencintaimu........
Berkawanlah dengan nasib zhi, bersahabatlah dengan hidup supaya kau bisa bercinta bersama takdir......... (setiap penolakan dan pengingkaran akan semakin menambah berat bebanmu sayang)
Luv U Zhi Q
(Rhara)
Zhi.......
BalasHapusKau membuat ku menangis
Aku tak mengenalmu, tapi aku tau pasti kau tidaklah naif
Kau hanya ingin bahagia, seperti aku dan yang lainnya........
Oh....Zhi, kemenangan seperti apa yang kau inginkan???????Kemenangan dengan senyum di bibirmu tapi tangis di wajah orang-orang yang menyayangimu, atau kemenangan dengan senyum di bibirmu tpi juga kebahagiaan diwajah orang-orang yang menyayangimu....
Oh...Zhi ku, berkawanlah dengan nasib, bersahabatlah dengan hidup dan bercintalah dengan takdir.......( Luv U Zhi...)
damaimu damaiku
BalasHapus