Senin, 02 November 2009

Sendiri menghitung hari





Senja baru saja dirapatkan hari, mendung dan pelukan awan hitam masih saja naungi hari. Tapi disudut langit kelabu, aku melihat samar bulan bulat tersenyum manis padaku. walau cahayanya tak seterang dan sekemilau yang sudah sudah, namun rembulan diujung senja itu cukup mampu menghilangkan gundahku menghitung hari seorang diri.
Rembulan malam ini seolah menggambarkan dirimu kasih, yang entah benar atau tidak ingin temani aku dalam menghitung hari hariku.
Detak jarum jam begitu cepat kurasa. Bahkan mengalahkan kuatnya detak jantungku ketika bercumbu dengan nikmatdariNYA.
Owgh....Ini indah, karunia atau berkah. Tapi aku ingin waktu ini berhenti. Biarkan aku berhenti disini.
" Zhi cobalah bersahabat dengan nasib, bercintalah dengan takdir...!"
Sebuah pesan dari sahabat penaku.
Uhf... pesan yang sama kusampaikan ketika aku harus bergelut dengan curhat teman temanku, sekarang pesan itu mampir padaku.
Adakah lagi yang ingin memberi pesan padaku? Atau adakah yang ingin menemaniku menghitung hari hariku.
2 nov' 2009
21.30
salam hangat
with love
zHI ^.^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar