
Baru dengar sebuah lirik lagu jaman tempo dulu..Engak tau judul nya, tapi tau sedikit lirik nya…^.^ “ yang hujan turun lagi..dibawah payung hitam ku berlindung”Cuma tau itu doank…^.^
Kalau di lihat ke kelender, belum masuk pada musim penghujan. Tapi hujan sudah kerap sambangi beberapa tempat di negeri. “ gimana bisa ke warnet, hujan deras “ … “ jangan hujan nanti engak bisa jalan “ … beberapa pesan wall teman teman di facebook. Jaringan social yang belakangan sedang mewabah..[ pasti nya lebih dahsyat dari wabah H1N1, karna sehari engak facebook kan kayak ada yang beda. ^.^ Ini hanya sebagian cerita dari teman teman.
Ada lagi yang lebih mengkhwatirkan, tanaman buah yang sedang bersemi bunga nya banyak yang gugur, belum lagi kegagalan petani atas tanaman padi yang terendam banjir. Masih belum seberapa, ada anak anak yang meninggal dunia karena tenggelam di genangan banjir, yang terperosok ke sungai yang sedang meluap. Sungai yang katanya indah, asri, tiba tiba meluap tampa bisa di hentikan,tampa ada basi basi dan permisi. Malah ada sebuah bendungan yang meluap hingga tanggul nya jebol dan menghanyutkan beberapa desa sekaligus.
Kalau komentar dari tante di rumah lain lagi, “ wen.. cukup doank ganti baju nya, tau engak seh kamu, tiap hari hujan, jemuran engak kering, pada bau apek baju nya..!” kata si tante mengerutu pada sepupu.
Bay the way any way bus way……
Hujan juga patut di sambut gembira lho, tong tong air penampung air terisi penuh tampa harus menunggu air dari PDAM yang sering matiin aliran air secara bergilir [ belakangan bukan Cuma listrik doank yang di padam secara bergilir, gosipnya air PDAM juga..]. Yang lain, selang air bisa beristirahat sejenak untuk memberi minum tanaman di pekarangan, bisa hemat sedikit tenaga dan air untuk sirami jalan depan rumah yang kerap berdebu. Dan satu lagi, sedikit hebat listrik, karena musim hujan sudah membawa udara yang cukup dingin, kipas angin/ pendingin runagan otomatis bisa memiliki sedikit waktu untuk beristirahat. BETUL….?? ^.^
Semua tulisan di atas gw tulis berdasarkan pengalaman di sekitar gw. Wajar kalau ada sedikit keinginan untuk “mengutuk” pemanasan global penyebab kian kacaunya pola musim.
Tapi kalau di tilik lebih lagi. Terjadi nya pemanasan global salah siapa…? Kesalahan kita, keinginanNYA, atau apa..? Ada yang bisa menjawab ini semua…??
--------------------------------------------------------------------------------------------
Dahulu, walau air langit terus menghujam
Aliranmu tetap tenang dalam harmoni
Didalammu hidup biota beraneka ragam
Pepohonan rindang nan teduh ditepi
Tapi entah mengapa
Kini kau berubah..?
Tak ada ragam biota didalam
Rindang pun tak tampak ditepian
Tak nampak lagi ke harmonian
Walau hanya sesekali air langit menghujam
Kau sudah meluap tak meredam
Hingga kau renggut nyawa anak adam
Yang tak tahu-menau apa sebab kau meradang
Alam murka…………
Mungkin kata itu yang tepat
Genangan air dimana mana
Nyawa mungil meregang karna nya
Oh TUHAN….
Katakan pada alam
Maaf kan kami….
manusia yang tak tau diri
Tlah di beri nikmat untuk menempati
Tapi kami masih saja merusak alam ini
By: CiTrA
4 march 2009
Dedicate:korban luapan bengawan solo.
---------------------------------------------------------------------------------------------
miris hati mendengar nya
pilu rasa mengenang
ingin rasa tak mengingatnya
apa lagi mengenang
awan pekat masih bergelayut di langit tinggi
angin ribut pun terasa tak ingin pergi
air langit tak henti ngguyur
tanah yang sudah menjadi lumpur
semua mengambang
semua terangkat
harta dan pusaka seolah minggat
sandang dan pangan ikut lenyap
ini bukan hanya kehendak alam sema
tatapi karna ulah manusia
jangan salah kan alam yang murka
karna kita pun ikut salah
mungkin ini takdir yang kuasa
hilang sandang dan pusaka
tak mengapaasal bukan hilang nyawa dan cinta
By: CiTrA
2009
[ lupa tanggal buat na nie...];))
salam hangat
with love
zHi ^.^