Sabtu, 03 September 2011

..:: One last cry ::..


One last cry,

Selalu aku ucapkan ketika aku mulai menangis tentang keberadaanmu di hatiku yang sangat amat sangat sulit aku hilangkan. Aku pernah, bahkan sering mencoba untuk mengantimu dengan pria pria lain yang selalu coba menghiasi pintu hatiku dengan bunga yang harum dengan kata cinta, tapi tak satu orang pun bisa mengalihkannya.

10 tahun lebih aku harus berjuang menghilangkan duka karena ditinggal pria yang memberiku arti cinta, kemudian aku bertemu denganmu yang beritau aku, CINTA ITU MASIH ADA. Tapi kau tau? Kini aku mendapatkan hal yang sama, bukan karena kau tinggalkan aku, tapi karena aku biarkan kau masuk kedalam hidupku dan beri sejuta janji suci yang akhirnya mencabik semua hidupku dengan kebohonganmu. Bodohnya aku...

.......dan sekarang, haruskah aku berdiam dalam duka sama persis 10 tahun lalu, dan luka itu baru sembuh setelah 10 tahun kemudian....??

Oh Tuhan,

Tolong, jangan biarkan aku mengalaminya lagi, cukup rasanya 10 tahun hidup pada kebencian cinta seorang pria. Jauhkan aku dari kemunafikan cinta, jangan biarkan aku ada dalam cinta yang berkubang nista. Aku tahu, aku paham “ Tak satu pun cobaan yang KAU beri tanpa kemampuan UmatMu.” Aku tau, KAU anggap aku mampu lalui ini, tapi jujur Tuhan, sesak rasanya, sulit untukku bertahan dengan keadaan ini, jika memang KAU terus beri aku keadaan seperti ini, beri aku seseorang yang bisa semangati aku untuk menjalankan hidup ini. Tanpa atau dengan semua kenangan bersama ‘dia’ yang tlah mendusta cinta.

AKU MOHON padaMU.

Untuk kalian yang selalu permainkan cinta, berbohong dan melakukan semua hal tentang cinta yang berdasarkan kesenangan belaka, SEMOGA KALIAN BAHAGIA ‘MENARI’ DALAM DUKA CINTA. Karena kesenangan dunia hanya sementara.

Just one last cry coz u.

Always last...

Hufh...

19 July 2011

CitRa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar