Selasa, 16 November 2010

Srikandi Malam

Tertatih menyambut malam
Berkeringat menyambut pagi
Parfum beraroma nikotin
Semerbak bercampur miras

ough...
Aroma yang cukup exotic

Bagi sebagian orang
Tapi aku rasa tidak untuk para Srikandi Malam

Melakukan semua hal bukan dari hati
Meraup nikmat yang tak pernah dingini
Mendengar desah yang ingin disangkal
Menggoyang sukma para belang yang tak pernah dikenal

Hidup di caci maki
Sekali pun tak pernah jadi cita
Menghabiskan sisa hidup dalam kubang nista
Sama sekali tak terlintas

" Aku tak pernah berharap dilahirkan seperti ini
aku lakukan semua karna cinta yang kudapat tak pernah sempurna
ku berhinggap disatu dahan, diam lalu kedahan lain,
sama sekali tak ingin aku lakukan. Aku hanya wanita yang tak punya mimpi,
karena semua janji sering diingkari. Tak perlu hakimi aku,
karena hidupku pun sebenarnya adalah hukaman.
Hukaman yang jauh lebih menyakitkan dari hukaman mati."

Ucap Srikandi ketika kau tanyai
"mengapa" kalian seperti ini?

Tak seorang pun yang mau

Katanya mereka tak suci
Caci lain mengatakan mereka nista

Sucikah mereka yang menjamah,
Bagaimana dengan saya yang membela mereka?

Mereka srikandi malam bagi saya.
Mengumpulkan rupiah hanya untuk anak tercinta
Yang ditinggal pergi oleh ayah yang harusnya menafkahi

Mengais sobekan dollar
Hanya supaya keluarga bisa hidup "sedikit" lebih makmur

Salahkah..!!
Kalau tidak Mengapa mereka di beri "garis merah"
Mengapa mereka menjadi "daftar urut" orang orang yang tak patas jadi sahabat.

Kalau kau bilang salah..!!
Dimana letak salahnya..?

Apakah
: ayahmu
: suamimu
: kekasihmu
Telah menjamah dan mengarungi nikmat fana bersama mereka

Sebaiknya "periksa" dulu
Siapa ayahmu, suamimu, kekasihmu
Yang membayar mereka demi kenikmatan sesaat.

Sebelum kau panggil "hina" Srikandi Malam ku
Periksa lagi siapa dirimu


By, CiTrA
15|11|10


1 komentar:

  1. wooowwww... kereeennnnnn... beda dari zii yg biasanya... bunda suka... ttg kehidupan "perempuan malam"

    ini adalah kontradiksi antara "hidup menghidupi" dengan "norma masyarakat"
    tapi itu semua, jika dan hanya jika di luar lingkungan "rumah" tidak ada lagi "lelaki hidung belang" sudah pasti cerita ini tidak akan pernah ada...

    but now... siapa yg bisa menjamin????????
    "perempuan malam" ato apapun itu predikatnya, mereka tidak akan pernah beraksi jika tidak ada yg melolong minta diumpani...

    so... yg seharusnya kita libas itu yang suka "melolong" supaya "perempuan malam" ato apapun itu sebutannya tidak bisa mengais apapun dari yang suka "melolong"

    just keep writing

    damai dalam cinta itu indah
    love febi

    BalasHapus