
Tulisan kali ini, bukan maksud hati untuk ikutan eksplor apa yang terjadi. Hanya coba goreskan keprihatinan hati. Yang begitu benci. Entah pada siapa. Nurani yang sok perih, atau emang orang-orang yang tak mau perduli dengan seenak jidat mempermainkan masa depan orang lain.
Dan goresan kali ini, untuk SANDI, seorang anak kecil berusia 3 tahun, yang mengalami tiga kekerasan sekaligus. Mungkin teman-teman taman sudah ada yang lihat rekamannya. zie temukan di sebuah situs yang pasti dikenal oleh kita semua. kalau mau lihat, coba secrh di youtube. setelah melihatnya... timbul pertanyaan "Siapa ..... pada siapa kita harus bertanya"
Titipan
**********
Terik panasnya mentari pupus berganti dengan sejuk embun pagi. Pekik sakit berubah nyanyian bidadari. Getar bumi menjadi ayun langkah para dewi. Masih, dan tak terhitung indahnya perubahan dunia ketika kau hadir semarakan bumi, wahai anakku.
Itu ucap setiap ibu ketika anak titipan ilahi keluar dari "kantung ajaib" milik kaum hawa.
Dan wanita,
.....ketahuilah
Tak semua hawa bisa merasakannya
Tapi mengapa ketika titipan itu ada di tanganmu kau sia-siakan? Kenapa? Tidak, aku tak meyalahkanmu, aku hanya bertanya padamu.
Kemana saat titipanmu berada di kerumunan nista? Dimana kau berada saat titipanmu ada di jurang nestapa. Ada dimana dirimu saat titipanmu butuh belai kasih sayangmu. Dimana? Kemana?
Tunggu,
Hai engaku kaum adam.
Jangan tertawa, seenaknya lepaskan tanggung jawab. setelah tinggalkan benih terus pergi cari tempat semai benih lagi..!! Hah...!!
Heiii.....
Kalian yang tertawa, para tetangga. Ini tak terjadi pada titipan kalian. Tapi kalian tidak berhak tertawa. Tapi berkewajiban bersama-sama. Susun barisan, jadi pagar betis untuk ikut meyadarkan. bukan ikut menertawakan.
Ibu.....
Dengarlah jeritku...!!
Ayah...
Aku butuh bimbingmu..!!
Selamatkan anak negeri,
Mari mulai pada diri sendiri.
by, CiTra
01 april 2010
salam hangat
with love
zIe
Dan goresan kali ini, untuk SANDI, seorang anak kecil berusia 3 tahun, yang mengalami tiga kekerasan sekaligus. Mungkin teman-teman taman sudah ada yang lihat rekamannya. zie temukan di sebuah situs yang pasti dikenal oleh kita semua. kalau mau lihat, coba secrh di youtube. setelah melihatnya... timbul pertanyaan "Siapa ..... pada siapa kita harus bertanya"
Titipan
**********
Terik panasnya mentari pupus berganti dengan sejuk embun pagi. Pekik sakit berubah nyanyian bidadari. Getar bumi menjadi ayun langkah para dewi. Masih, dan tak terhitung indahnya perubahan dunia ketika kau hadir semarakan bumi, wahai anakku.
Itu ucap setiap ibu ketika anak titipan ilahi keluar dari "kantung ajaib" milik kaum hawa.
Dan wanita,
.....ketahuilah
Tak semua hawa bisa merasakannya
Tapi mengapa ketika titipan itu ada di tanganmu kau sia-siakan? Kenapa? Tidak, aku tak meyalahkanmu, aku hanya bertanya padamu.
Kemana saat titipanmu berada di kerumunan nista? Dimana kau berada saat titipanmu ada di jurang nestapa. Ada dimana dirimu saat titipanmu butuh belai kasih sayangmu. Dimana? Kemana?
Tunggu,
Hai engaku kaum adam.
Jangan tertawa, seenaknya lepaskan tanggung jawab. setelah tinggalkan benih terus pergi cari tempat semai benih lagi..!! Hah...!!
Heiii.....
Kalian yang tertawa, para tetangga. Ini tak terjadi pada titipan kalian. Tapi kalian tidak berhak tertawa. Tapi berkewajiban bersama-sama. Susun barisan, jadi pagar betis untuk ikut meyadarkan. bukan ikut menertawakan.
Ibu.....
Dengarlah jeritku...!!
Ayah...
Aku butuh bimbingmu..!!
Selamatkan anak negeri,
Mari mulai pada diri sendiri.
by, CiTra
01 april 2010
salam hangat
with love
zIe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar