Masih lekat pada ingat ku malam itu,
Perjumpaan kita yang tak disangka
Kau sapa ku dengan sejuta kata indah
Kau habiskan malam mu membentuk kata untuku
Katamu ketika salam ku pada buLan tak berbalas
“ aku tak ingin menjadi semu selamanya untukmusayap jiwamu ada di punggungkupenjaga takdir pun tak kemana-manamaafkan aku salam itu tergilas cuacarindu itu pun mampir tiap hari bersamaku “
ketika aku sendirian kau berkata
“ demi setiap waktu yang telah kau singgahi,
atau setiap saat kau berair mata
dan tak memiliki tempat untuk bercerita
maka kau memiliki Dia,
dimanapun engkau
jika aku adalah separuh hatimu,
maka aku tak akan bisa kemana-mana,selain di hatimu “
Waktu ku katakana..Aku bosan pada labirtin hidup ini, kau semangati,
“sebab engkaulah labirin istimewa itu,
menghempas-hempas suaramu
dan kau jatuhkan cinta di hatiku
membuatku tak bisa berpikir waras “
Dan kau bisik kan padaku…
“ jadilah pengasa hatiku zii “
Masih…..
…….masih
Masih tertulis jelas semua di dinding hati.
Jarak yang terbentang luas,
Hambat semua langkah kita,
Semua episode cinta musim kau tulis
Tergaris begitu nyata
Hingga ledak kan itu bangun kanku
“ zii…. Kau tak pantas untuk itu “
kau hanya sekuntum bunga jalan,
tak pantas kau mengharap seorang pangeran,
bangun zii,
sadarlah…..!!
Buang jauh semua angan maya
Gapai anggan nyatamu.
Dia jauh … di luar sana banyak yang lebih nyata dan indah darimu
Ahk…….
Aku memang bunga jalan,
Tak pantas untukmu pangeran,
Satu kata yang ku ingat darimu.
“ aku lebih baik mati dalam puisi ini
dari pada menghabiskan waktu menunggu sesuatu yang tak pasti”
harus kah aku lakukan ini….?!
Ahk……..
Aku lelah..
By; ciTrA
2 july 2009
salam hangat
with love
zHi ^.^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar